Fungsi, Jenis dan Ukuran Casing Pemboran

Casing pemboran berupa kelongsong baja dengan panjang berkisar antara 16 sampai 34 ft, dengan diameter bervariasi dari 4,5 inci sampai 30 inci. Fungsi utama casing adalah menyekat lubang pemboran sehingga tidak terjadi hubungan antar formasi yang berdekatan, mempertahankan kestabilan lubang bor sehingga tidak gugur serta melindungi lingkungan dari pengaruh filtrat lumpur pemboran yang lolos di sekitar lubang. Umumnya dalam pemboran minyak/gas memerlukan beberapa tipe casing.

Casing Pemboran

Fungsi Casing

  • Mencegah lubang sumur collapse
  • Mengisolasi fluida di lubang sumur dgn fluida di formasi
  • Meminimisasi kerusakan karena proses pemboran dan lingkungan bawah permukaan
  • Menyediakan konduit yang tahan tekanan dan temperatur tinggi
  • Mengisolasi hubungan antara formasi/reservoir di lubang sumur.

Tujuan Penyemenan Casing

  • Melekatkan casing dengan formasi
  • Mencegah terjadinya hubungan antar formasi
  • Menjaga dari tekanan formasi yang berlebihan
  • Mencegah korosi
  • Mengisolasi zona berbahaya, agar pemboran dapat dilanjutkan.

Jenis-Jenis Casing Pemboran


Casing merupakan peralatan yang sangat dibutuhkan dalam suatu operasi pemboran migas, casing memiliki jenis yang berbeda-beda dimana setiap jenis-jenis casing memiliki fungsi yang berbeda juga. Berikut ini jenis serta fungsi dari setiap jenis casing:

1. Conductor Casing


Pada umumnya casing ini berdiameter besar, yaitu 16” sampai 30” dan dipasang dengan cara dipancangkan biasa dengan menggunakan vibrating hammer. Letak kedalaman pemasangan umumnya antara 90 hingga 150 ft.

Adapun fungsi dari conductor casing adalah sebagai pelindung di on-shore apabila tanah dekat permukaan tidak cukup kuat atau mudah gugur, seperti rawa-rawa, gambut dan sebagainya.

2. Surface Casing


Casing ini biasanya dipasang sampai kedalaman 150 meter atau hingga mencapai 200 meter, dengan diameter 13 3/8” atau 16”. Casing ini bertujuan untuk menjaga formasi supaya tidak runtuh.

Setelah conductor casing dipasang dan dilanjutkan dengan pemboran tahap selanjutnya, formasi lubang terbuka, jika terlalu panjang akan cenderung untuk runtuh juga.

Umumnya diambil patokan bahwa lubang terbuka maksimal 2/3 dari kedalaman lubang. Casing yang dipasang agar lubang yang terbuka tidak runtuh setelah conductor casing dipasang disebut surface casing.

3. Intermediate Casing


Pemasangan casing ini sangat dipengaruhi oleh kedalaman sumur dan kondisi geologi pada daerah–daerah yang spesifik. Intermediate casing berfungsi untuk menutup formasi yang berbahaya bagi operasi pemboran selanjutnya.

Formasi yang membahayakan tersebut antara lain adalah formasi bertekanan tinggi, formasi yang menimbulkan lost circulation, formasi yang mudah runtuh dan lain – lain. Conductor casing dan surface casing disemen hingga permukaan, sedangkan intermediate casing disemen lebih kurang 100 meter di atas sepatu casing (casing shoe).

4. Production Casing


Casing ini adalah rangkaian yang terdalam dan terakhir, tergantung jenis penyelesaian sumurnya, casing ini dipasang sampai atap lapisan produktif atau sampai dasar lapisan produktif. Bila lebih dari satu lapisan produktif, casing ini berfungsi juga untuk memisahkan lapisan yang satu dengan lapisan yang lain.

Casing ini biasanya berdiameter 7” atau 6 5/8” atau 5 1/2 “. Bila production casing dipasang sampai puncak formasi produktif, komplesinya disebut dengan open hole completion. Bila production casing menembus lapisan produktif kemudian disemen dan diperforasi, komplesinya disebut dengan perforated completion.

5. Liner


Liner dipasang untuk sumur-sumur yang dalam sebagai pengganti production casing, yaitu casing yang digantungkan pada casing sebelumnya. Alasan pemasangan liner ini adalah untuk menghemat casing dan kekuatan menara untuk menurunkan casing.

Kalau menara tidak sanggup menahan casing yang cukup berat karena sangat panjang, maka dipasang liner saja.
Tulis Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

www.domainesia.com