Masalah Pemboran: Pengertian dan Jenis Kendala yang Dihadapi

Dalam operasi pemborang tidak selamanya berjalan lancar seperti yang diharapkan, ada beberapa masalah yang bisa saja terjadi dalam operasi pemboran. Hal tersebut dapat mempengaruhi kesuksesan dari operasi pemboran tersebut.

Masalah Pemboran

Berikut ini adalah Masalah yang Bisa Terjadi pada Saat Operasi Pemboran Berlangsung:

1. Pipa terjepit (Pipe sticking)


Pipa terjepit adalah keadaan dimana sebagian dari pipa bor atau stang bor (drill collar) terjepit (stuck) didalam lubang bor. Jika hal ini terjadi, maka gerakan pipa akan terhambat dan pada gilirannya dapat mengganggu kelancaran operasi pemboran.

2. Shale Problem


Pemboran menembus lapisan shale memiliki pemasalahan tersendiri. Menjaga agar shale tetap stabil, tidak runtuh atau longsor merupakan suatu masalah. Tidak ada suatu cara yang pasti yang dapat diterapkan untuk semua keadaan. Untuk mengurangi masalah ini biasanya pemboran dilakukan dengan memakai drilling practice serta mud practice yang baik. Karena reruntuhan atau longsorannya shale ini, maka akibat seterusnya yang dapat timbul antara lain:
  • Lubang bor membesar
  • Pipa bor terjepit
  • Bridges dan fill up
  • Kebutuhan lumpur bertambah
  • Penyemenan yang kurang sempurna
  • Kesulitan dalam melaksanakan logging

3. Hilang Lumpur (Lost Circulation)


Hilang lumpur adalah peristiwa hilangnya lumpur pemboran masuk ke dalam formasi. Hilang lumpur ini merupakan problem lama di dalam pemboran, yang meskipun telah banyak penelitian, tetapi masih banyak terjadi dimana-mana, serta kedalaman yang berbeda-beda. Hilang terjadi karena dua faktor, yakni : faktor mekanis dan faktor formasi.

4. Hole deviation


Keadaan yang tidak disengaja dimana terjadi pergeseran arah mata bor terhadap lubang bor yang telah ditentukan. Baik itu pengeboran secara vertical atau directional. Kecenderungan untuk menjauh dari jalan yang diinginkan berdampak pada biaya pengeboran dan sewa batas wilayah.

5. Twistoff


Adalah pipe failure yangterjadi ketika tegangan geser (shear stress) yang ada memiliki torsi lebih tinggi dari pada tegangan geser bahan pipa.

6. Parting


Pipa terlepas, ketika tegangan tarik(tensile stress) pada sumur melebihi tegangan tarik material pipa.

7. Burst or Collapse


Terjadinya kebocoran atau runtuh karena tekanan internal atau ekternal yang berlebihan seperti tingginya berat lumpur yang disirkulasi,hal ini jarang terjadi.
Tulis Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel